Memang kau diminta
mendahulukan ibumu, tapi ayahmu adalah jiwa raga ibumu.
AYAH...
Ayah memang tidak
mengandungmu, tapi dalam darahmu, mengalir darahnya…
Darah yang selalu
menghangatkan dalam setiap masalah kehidupan
Ayah memang tidak
melahirkanmu, tapi suaranyalah yang pertama kau dengar ketika lahir untuk
menenangkan jiwamu..
Suara Adzan yang di
kemundangkanya sebagai rasa syukur dan banggga akan kelahirannmu
Ayah memang tidak
menyusuimu, tapi dari keringatnyalah setiap suapan yang menjadi air susumu.
Keringat ini sampai
kering agar tidak ada suara menangis akibat kau tak punya susu
Ayah memang tidak
menyanyikanmu, agar kau tertidur, tapi dialah yang menjamin kau tetap nyaman
dalam lelapmu.
Dimana setiap malam
di saat kau terlelap ayahmu selalu memeluk dan mencium wajahmu agar kau jadi
manusia yang berguna bagi kedua orang tuamu dan bangsa ini
Ayah memang tidak
mendekapmu seerat ibumu, itu karena dia khawatir karena cintanya ia tidak bisa
melepaskanmu.
Bahkan ayahmu akan
ikhlas apabila kau sudah besar nanti. Ayahmu ikhlas jika harus melepasmu untuk
membangun kehidupanmu sendiri. Tetapi ayahmu memastikan dulu kamu siap atau
tidak
ketika kau sudah
bisa membangun sendiri hidupmu...
Ayahmu tidak pernah
kau lihat menangis, bukan karena hatinya keras, tapi agar kau tetap percaya,
dia kuat untuk kau bisa bergantung dilengannya.
Apa yang kau
harapkan akan ayahmu lakukan,ingat bahwa ayahmu selalu berdoa untuk kebaikanmu
Sayangi dan hormati
ayahmu..
Jangankau pernah
membeci ayahmu yang terkadang pulang malam
Karena apapun yang di lakukan ayahmu ini adalah semata mata
demi masa depan mu
Ayah mu ini sangat
mencintai dan menyayangi mu bahkan terkadang rasa sayangnya harus tertutupi
agar kamu bisa tumbuh dalam kehidupan
Agar kamu sukses dan
agar kamu bisa tersenyum,