Ungkapan itu sudah sesuai dengan apa yang agama Islam ajarkan. Dan menurut hasil studi ilmiah dengan semakin banyak bersyukur pula kita menjadi lebih sehat.Dalam studinya Robert A. Emmons, Ph.D., dari University of California, ia mengamati hubungan antara kebahagiaan dengan kondisi
kesehatan seseorang. Dalam riset ini, tim peneliti meminta para
respondennya untuk mengisi buku harian selama 10 minggu. Buku harian ini
berisi lima hal yang mereka syukuri yang terjadi minggu lalu. Hasilnya,
para responden terbukti 25 persen lebih bahagia dari sebelumnya. Mereka
juga menunjukkan kondisi tubuh yang lebih bugar ketimbang orang-orang
yang kurang bersyukur atas apa yang dialaminya.
“Praktik menulis harian syukur dan praktek-praktek lainnya sering tampak
begitu sederhana dan mendasar; dalam studi kami, kita sering memiliki
orang-orang menyimpan catatan harian rasa syukur sekitar tiga minggu.
Namun hasilnya sudah luar biasa. Kami telah mempelajari lebih dari
seribu orang, dari usia 8 – 80 tahun, dan menemukan bahwa orang yang
berlatih dengan konsisten perasaan rasa syukur dilaporkan banyak membawa
manfaat,” tulis Robert A. Emmons dalam artikelnya.
Sejak saat ini, hidup akan selalu diuji. Ketika inilah kita sentiasa
berfikir bahwa kehidupan bukanlah untuk bersenang - senang saja.
Hidup sentiasa dicengkam rasa rindu. Rindu keluarga, rindu kawan-kawan,
rindu kampung halaman, rindu kehidupan zaman remaja. Masa untuk diri
sendiri semakin sedikit. Dan bila kita mengenang masa masa susah itulah kita akan memberi masukan untuk selalu bersyukur.Tulisan ini mudah- mudahan akan selalu menjadi kisah inspiratif dan menjadi motivasi hidup